Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat merupakan Unit Pelaksana Teknis dari Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada di Kab. Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. PPN Sungailiat merupakan pelabuhan yang etr masuk kelas B yang telah naik status dari Pelabuhan Perikanan Pantai menjadi Pelabuhan Perikanan Nusantara. Berdasarkan Undang-Undang No.45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pelabuhan Perikanan mempunyai fungsi pemerintahan dan pengusahaan guna mendukung kegiatan yang berhubungan dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya ikan dan lingkungannya mulai dari pra-produksi, pengelolaan, sampai dengan pemasaran. Dari fungsi tersebut, salah satu fungsi Pelabuhan Perikanan adalah “Pelayanan Pembinaan Mutu dan Pengolahan Hasil Perikanan” sehingga Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat pada hari senin, 24 Oktober 2011 menyelenggarakan “Sosialisasi Penanganan Ikan Yang Baik” di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat . Peserta kegiatan ini sebanyak 40 orang yang terdiri dari nelayan, pengumpul ikan, pedagang ikan, pengusaha kapal, pengusaha pabrik es, HPINS dan perwakilan dari instansi terkait diantaranya Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka, PSDKP, LPPMHP, petugas TPI Sungailiat dan TPI Ketapang. Maksud dan tujuan Sosialisasi Penanganan Ikan Yang Baik ini adalah 1. Memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai pentingnya menjaga mutu hasil tangkapan; 2. Memberikan pemahaman kepada nelayan mengenai rantai dingin dalam penanganan ikan; 3. Memberikan pemahaman kepada nelayan tentang bahaya penggunaan bahan pengawet berbahaya.
Rabu, 04 Januari 2012
SOSIALISASI PENANGANAN IKAN YANG BAIK
Diposting oleh
kang_adon
di
22.47
0
komentar
Label: Berita
SAFARI PELATIHAN PERAWATAN MESIN KAPAL IAKAN BAGI NELAYAN DI KABUPATEN BANGKA PROVINSI BANGKA BELITUNG
Dalam upaya meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap nelayan di Kabupaten Bangka, Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan (BPPP) Medan, menyelenggarakan Safari Pelatihan Teknis Perawatan Mesin Kapal Ikan bagi Nelayan di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 s/d 18 Oktober 2011 di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat, yang di ikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari Nelayan di Kabupaten Bangka. Tujuan dari kegiatan ini adalah Meningkatkan pengetahuan, Keterampilan dan sikap peserta agar mampu bekerja terampil dan bertanggungjawab sebagai operator mesin dikapal penangkap ikan, mampu meningkatkan produktifitas usahanya dibidang perikanan. Sedangkan sasaran dari Safari Pelatihan Teknis Perawatan Mesin Kapal Ikan adalah terlatihnya 30 orang masyarakat pesisir di Kabupaten Bangka yang berprofesi sebagai nelayan yang mampu menangani dan merawat mesin kapal dengan baik.
Diposting oleh
kang_adon
di
20.51
1 komentar
Label: Berita
Kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat
Kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat diselenggarakan oleh Pelabuahan Perikanan Nusantara Sungailiat pada tanggal 24-25 September 2011 di Parai Beach Resort Kabupaten Bangka. Kegiatan ini di ikuti 66 orang yang terdiri dari 33 Pegawai Negeri Sipil , 33 Tenaga Kerja Kontrak PPN Sungailiat, tamu undangan dari Pusat (DJPT) dan PPN Tanjung Pandang Belitung.
Maksud dan Tujuan kegiatan peningkatan SDM bagi pegawai di lingkungan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kebersamaan seluruh pegawai dalam melaksanakan tupoksi secara bertranggung jawab dalam mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.
Diposting oleh
kang_adon
di
20.19
0
komentar
Label: Berita
Kamis, 26 Mei 2011
SUPERVISI,PEMBINAAN PUMP DAN KUB

Sungailiat senin,16 Mei 2011, Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat menyelenggarakan Supervisi dan Pembinaan PUMP dan KUB di Balai Pertemuan Nelayan Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat.Peserta kegiatan Sebanyak 25 orang yang terdiri dari nelayan anggota KUB dan Koordinator KUB di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat,selain itu dihadiri oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat dan Aparat Pendamping KUB. Dalam kegiatan ini juga di laksanakan serah terima guliran KUB MEKAR SARI,dengan dana guliran sebesar Rp. 105.287.500 (seratus lima juta dua ratus delapan puluh tujuh ribu lima ratus),dana tersebut digulirkan kepada Anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bersangkutan
Maksud dan tujuan Supervisi dan Pembinaan PUMP dan KUB adalah untuk meningkatkan kemampuan dan pendapatan nelayan melalui pengembangan kegiatan usaha nelayan skala kecil di pedesaan sesuai dengan sumber daya ikan,meningkatkan fungsi kelembagaan ekonomi nelayan menjadi mitra lembaga keuangan dalam permodalan,dan menumbuhkan kewirausahaan nelayan di pedesaan.Sedangkan sasaran yang ingin dicapai adalah berkembangnya usaha 1000 KUB Perikanan Tangkap.
Diposting oleh
kang_adon
di
18.43
0
komentar
Label: Berita
Stan PPN Sungailiat Juara Pertama Lomba Pameran Foto dan Pembangunan
Sungailiat 13 Mei 2011, Sebanyak 53 stan dinas/instansi termasuk Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat mengikuti pameran foto dan pembangunan dalam rangka perayaan HUT kota Sungailiat ke – 245 yang dibuka secara resmi oleh bupati Bangka, H Yusroni Yazid SE di Taman Hiburan Rakyat, rabu (27/4/2011) malam.Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 27 April s/d 07 Mei 2011.
Espada Yamin, Ketua panitia HUT ke – 245 Kota Sungailiat dalam Laporannya mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan terhadap hari jadi kota Sungailiat dan meningkatkan serta menyebarluaskan informasi pembangunan yang sudah dilakukan kepada masyarakat.
Dalam Kegiatan Pameran foto dan Pembangunan ini Stan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat meraih juara pertama dan posisi kedua diduduki stan kecamatan Sungailiat serta pada juara ketiga diraih Stan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Sungailiat.
Diposting oleh
kang_adon
di
18.37
0
komentar
Label: Berita
KUNJUNGAN PESERTA DIKLAT PIM TINGKAT III PROPINSI KALIMANTAN BARAT

Pada hari senin, 23 Mei 2011 Peserta Diklat PIM Tingkat III Prop.Kalimantan Barat tiba di Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat dalam rangka kunjungan Diklat, peserta Diklat yang berkunjung sebanyak 79 orang selain itu Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kalimantan Barat juga ikut serta dalam kunjungan,Kooardinator Diklat, dan Widyaswara Diklat. Dalam acara ini Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat memberikan sambutan "Ucapan Selamat Datang dan Trimakasih atas kunjungannya ke Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat,selain itu memberikan gambaran tentang Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat". Kemudian Sambutan dari Kepala Badan Pendidikan dan Pelatiahan Prop.Kalimantan Barat "Mengucapkan terimakasih Kepada Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat dan Staf karena sudah menerima kunjungan dengan baik".
Diposting oleh
kang_adon
di
18.30
0
komentar
Label: Berita
Minggu, 23 Januari 2011
Pendangkalan Muara Air Kantung Sungailiat

SUNGAILIAT, Pendangkalan di Muara Air Kantung Sungailiat kembali terjadi lagi, Pendangkalan yang disebabkan adanya abrasi laut dikarenakan faktor cuaca dan iklim musim barat laut ini menyebabkan semakin cepatnya pendangkalan yang terjadi di muara air kantung sungailiat.
Pendangkalan ini mengakibatkan sulitnya lalu lintas kapal keluar masuk, sehingga para nelayan harus menunggu air pasang untuk dapat melaut ataupun masuk ke Pelabuhan Perikanan. Hal ini semakin parah terjadi apabila pada saat air surut terendah, sehingga kapal sama sekali tidak dapat melewati muara.
Dengan adanya pendangkalan ini sangat membuat para nelayan khawatir akan terjadinya kecelakaan kapal seperti yg sering terjadi pada tahun tahun sebelumnya.
Diposting oleh
kang_adon
di
18.23
0
komentar
Label: Berita
Senin, 09 Februari 2009
Acara Peresmian PPN Sungailiat (30 Januari 2009)

Penyerahan piagam penghargaan kepada Kelompok Usaha Bersama Teladan binaan Pelabuhan Sungailiat dengan Kategori Revolving/guliran tertinngi, Penyelesaian Revolving Guliran, Kategori Peningkatan Produkstifitas, efesiensi usaha danPengelolaan hasil investasi penunjang kesejahteraan anggota.
Penandatangan Piagam Prasasti oleh Direktur Perikanan Tangkap sebagai pengesahan peningkatan status pelabuhan sungailiat dari pelabuhan perikanan pantai menjadi pelabuhan nusantara.
Sambutan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Bpk. Dr. Ir. Ali Supardan, Msc
Sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Bpk. DR. Ir. Yulistio, Msc
Sambutan Bupati Bangka yang diwakili oleh Bpk. Nurhidayat Rani
Sambutan Kepala Pelabuhan Nusantara Sungailiat, Bpk. Sutardjo, A.pi
Para undangan yang dihadiri oleh seluruh staf ppn sungailiat, para nelayan, para pengusaha yang berada diwilayah pelabuhan, Kepala Dinas Kelautan Perikanan Kabupaten Bangka dan Bangka Selatan , yang juga dihadiri oleh Bupati Bangka yang diwakili oleh Wakil Bupati Bpk. Nurhidayat Rani. 
Sesampainya Pak Dirjen di PPN Sungailiat, untuk memulai acara
Santai sejenak di ruang VIP bandara Depati Amir sebelum melanjutkan perjalanan ke Sungailiat
Kedatangan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Bpk Dr. Ir Ali Supardan, Msc beserta staf di Bandara Depati Amir Propinsi Kep. Bangka Belitung, yang di jemput langsung oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bpk. DR. Ir. Yulistio, Msc, Kepala PPN Belitung Bpk. Suyadi, A.pi, dan Kepala PPN Sungailiat Bpk. Sutardjo, A.pi dalam rangka Peresmian Peningkatan Status Pelabuhan Perikanan Sungailiat dari Pelabuhan Pantai menjadi Pelabuhan Nusantara
Diposting oleh
kang_adon
di
19.46
0
komentar
Label: Berita
Kamis, 04 Desember 2008
Terumbu Karang di Sungai Liat Rusak
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Kabupaten Bangka menilai kondisi terumbu karang di perairan daerah tersebut, terutama di Pulau Toti, rusak parah akibat ulah kapal-kapal nelayan asing asal Thailand yang menjarah ikan dengan menggunakan alat tangkap jenis trawl atau pukat harimau.
“Kapal-kapal Thailand sekarang ini memang tidak lagi berani menjarah ikan di Bangka, namun kegiatan penjarahan secara leluasa pada masa lalu mengakibatkan nelayan lokal kini merasakan dampaknya dengan berkurangnya populasi ikan di perairan tersebut,” ujar Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bangka Syarifuddin, di Sungai Liat, Rabu (26/11).
Menurut dia, pada masa lalu sebelum kapal asing yang menggunakan alat tangkap trawl memasuki wilayah terebut, hasil tangkapan nelayan lumayan banyak dan nelayan tidak perlu jauh-jauh berlayar jika ingin menangkap ikan. Saat ini, nelayan harus ke tengah laut sejauh 20-30 mil dari bibir pantai. Dahulu, hanya perlu menempuh 5 mil sudah banyak mendapatkan hasil tangkapan ikan yang relatif banyak.
Fungsi terumbu
Ia menjelaskan, fungsi terumbu karang sangat penting sebagai tempat ikan bermain dan berkembang biak agar populasi ikan bisa tetap banyak. Namun akibat kerusakan tersebut, kalangan nelayan menjadi resah. Apalagi proses pertumbuhan terumbu karang memerlukan waktu lama, artinya secara alami perlu waktu lama agar kondisi terumbu karang pulih kembali. Sementara dalam krisis sekarang ini, sumber daya kelautan dan perikanan merupakan tumpuan penyambung hidup, ujarnya.
Oleh karena itu, HNSI berharap pemerintah pusat dan daerah melakukan pembangunan terumbu karang buatan pada lokasi-lokasi tertentu tempat nelayan biasa menangkap ikan. Tujuannya agar berpengaruh positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan.
Terkait program Dinas Kelautan dan Perikanan membuat terumbu karang buatan beberapa waktu lalu dinilai HNSI bukan pada lokasi dan posisi yang tepat karena dibangun di pinggir pantai yang tidak ada kaitan dengan kepentingan nelayan.
Nelayan kita biasa melaut sejauh 10 mil hingga 30 mil untuk menemukan titik-titik populasi ikan, sementara terumbu karang buatan posisinya hanya 3 mil dari bibir pantai atau bukan pada lokasi-lokasi di mana nelayan biasa menangkap ikan, ujarnya. Seorang nelayan, Edi Susanto, mengemukakan, kerusakan terumbu karang berpengaruh terhadap jumlah hasil tangkapan ikan karena tidak ada lagi lokasi-lokasi berkerumunnya ikan.
Menanggapi kondisi kerusakan terumbu karang di laut Bangka, pihak pemerintah, dalam hal ini Departemen Kelautan dan Perikanan, Dirjen Perikanan Tangkap, Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungai Liat, melalui pejabat setempat Rianto Ruswara mengatakan, akan terlebih dahulu berkoordinasi dengan instansi terkait.
“Saya menyarankan masyarakat nelayan tetap bisa menjaga kelestarian habitat biota laut guna kelestarian lingkungan untuk kehidupan sekarang dan generasi yang akan datang” ujar Rianto. (ANTARA/BOY)
Diposting oleh
kang_adon
di
00.05
0
komentar
Label: Berita